Pages

Selasa, 09 Oktober 2012

(Makalah) METODE INQUIRI



KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah Swt yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Mengajarkan manusia dari yang tidak diketahuinya menjadi tahu tentang sesuatu hal dengan kalam tersebut. Selawat dan salam ke atas junjungan Nabi besar kita Muhammad Saw yang telah diutus oleh Allah Swt kepada seluruh alam. Semoga selawat dan salam juga tercurahkan ke atas keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut beliau, dan juga pengikut-pengikut beliau SAW, yang ada di akhir zaman.

            Adapun selanjutnya, kami dari kelompok ke-12 dalam mata kuliah METODE PEMBELAJARAN PAI ini sebagai dosen pengasuh SYAHRAINI TAMBAK, MA akan membahas mengenai DESAIN METODE IQUIRY DALAM PEMBELAJARAN.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih pada dosen pengajar mata kuliah ini, SYAHRAINI TAMBAK, MA yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dalam aktivitas kita sehari-hari.

 
   PEMAKALAH
PENDAHULUAN
Salah satu hal yang sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa di sekolah adalah motivasi belajar. Motivasi belajar yang tinggi berkorelasi dengan hasil belajar yang baik, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di sekolah. Jika motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan, maka dapat diharapkan bahwa prestasi belajar siswa juga akan meningkat.
Dalam meningkatkan motivasi belajar tersebut tidak terlepas dari peran guru dalam memilih metode dalam proses belajar mengajar. Upaya meningkatkan motivasi belajar inilah yang menarik untuk dikaji lebih jauh, sehingga dalam makalah ini akan membahas mengenai Desain Metode Inquri Dalam Pembelajaran.

PEMBAHASAN
A.                PENGERTIAN METODE INQUIRI
Inquiri adalah suatu kegiatan dan penelaahan sesuatu dengan cara mencari kesimpulan, keyakinan tertentu melalui proses berpikir atau penalaran secara teratur, runtut dan bisa diterima oleh akal. Metode inquiri merupakan kegiatan belajar-mengajar di mana siswa dihadapkan pada suatu keadaan atau masalah untuk kemudian dicari jawaban atau kesimpulannya. Jawaban atau kesimpulan tersebut belum tentu merupakan pemecahan atas masalah atau keadaan yang dihadapi. Dapat juga jawaban tersebut hanya sampai pada tingkat menemukan hal-hal yang menyebabkan timbulnya keadaan atau masalah tersebut. Dan hal inilah yang membedakan antara metode inquiri dengan metode pemecahan masalah (Problem Solving) yang lebih menitik beratkan pada pemecahan masalah yang dihadapi oleh siswa.
Kegiatan inquri dilakukan secara perorangan, kelompok ataupun seluruh kelas (klasikal), baik dilakukan dalam kelas ataupun di luar kelas. Inquiri dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti diskusi antar siswa, tanya jawab antar guru dengan murid, dan sebagainya. Pelaksanaan metode inquiri dapat dimaksudkan untuk mencari jawaban tertentu yang sudah pasti ataupun kemungkinan pilihan (alternatif) jawaban atas masalah tertentu. (www.scribd.com)
Menurut David L. Haury dalam artikelnya, Teaching Science Through Inquiry (1993) mengutip definisi yang diberikan oleh Alfred Novak yang kami kutip pula dari situs www.slideshare.net: “inquiry merupakan tingkah laku yang terlibat dalam usaha manusia untuk menjelaskan secara rasional fenomena-fenomena yang memancing rasa ingin tahu. Dengan kata lain, inquiry berkaitan dengan aktivitas dan keterampilan aktif yang fokus pada pencarian pengetahuan atau pemahaman untuk memuaskan rasa ingin tahu (Haury, 1993). (www.slideshare.net).

B.        ALASAN RASIONAL PENGGUNAAN METODE INQUIRI
Dalam proses pembelajaran, siswa hendaknya didorong untuk mengamati, mengalami dan memahami suatu konsep, pengertian yang terdapat dalam lingkungan kehidupan keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu keingintahuan siswa untuk mendapatkan sesuatu, guru dapat menggunakan metode inquiri dalam proses pembelajaran. (www.scribd.com).
Inquiri adalah metode yang juga dipakai dalam memahami sains sebagimana dijelaskan dalam situs slideshare.net bahwa menyebutkan: “alasan rasional penggunaan metode inquiri adalah bahwa siswa akan mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai Sains dan akan lebih tertarik terhadap Sains jika mereka dilibatkan secara aktif dalam “melakukan” Sains. Investigasi yang dilakukan oleh siswa merupakan tulang punggung metode inquiri. Investigasi ini difokuskan untuk memahami konsep-konsep Sains dan meningkatkan keterampilan proses berpikir ilmiah siswa. Diyakini bahwa pemahaman konsep merupakan hasil dari proses berfikir ilmiah tersebut (Blosser, 1990). (slideshare.net).
Selanjutnya masih dijelaskan dalam situs slideshare.net metode inquiri merupakan metode pembelajaran yang berupaya menanamkan dasar-dasar berfikir ilmiah pada diri siswa, sehingga dalam proses pembelajaran ini siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kreativitas dalam memecahkan masalah. Siswa benar-benar ditempatkan sebagai subjek yang belajar. Peranan guru dalam pembelajaran dengan metode inquiri adalah sebagai pembimbing dan fasilitator. Tugas guru adalah memilih masalah yang perlu disampaikan kepada kelas untuk dipecahkan. Namun dimungkinkan juga bahwa masalah yang akan dipecahkan dipilih oleh siswa. Tugas guru selanjutnya adalah menyediakan sumber belajar bagi siswa dalam rangka memecahkan masalah. Bimbingan dan pengawasan guru masih diperlukan, tetapi intervensi terhadap kegiatan siswa dalam pemecahan masalah harus dikurangi (Sagala, 2004). (slideshare.net).

C.        TUJUAN METODE INQURI
            Penggunaan metode inquiri bertujuan:
1.) Mengembangkan sikap, keterampilan, kemampuan siswa dalam memecahkan masalah atau memutuskan sesuatu secara tepat (obyektif).
2.) Mengembangkan kemampuan berpikir siswa agar lebih tanggap, cermat dan nalar (kritis, analitis dan logis). (www.scribd.com).

D.        MANFAAT METODE INQUIRI
1.) Membina dan mengembangkan sikap ingin tahu lebih jauh (curriousity).
2.) Mengungkap aspek pengetahuan (kognitif) maupun sikap (afektif).

E.        KOMPONEN-KOMPONEN METODE INQUIRI (www.slideshare.net)
1.  Question (Pertanyaan). Pembelajaran biasanya dimulai dengan sebuah pertanyaan pembuka yang  memancing rasa ingin tahu siswa dan atau kekaguman siswa akan suatu fenomena. Siswa diberi kesempatan untuk bertanya, yang dimaksudkan sebagai pengarah ke pertanyaan inti yang akan dipecahkan oleh siswa. Selanjutnya, guru menyampaikan pertanyaan inti atau masalah inti yang harus dipecahkan oleh siswa. Untuk menjawab pertanyaan ini - sesuai dengan Taxonomy Bloom - siswa dituntut untuk melakukan beberapa langkah seperti evaluasi, sintesis, dan analisis. Jawaban dari pertanyaan inti tidak dapat ditemukan misalnya di dalam buku teks, melainkan harus dibuat atau dikonstruksi.
2.   Student Engangement. Dalam metode inquiri, keterlibatan aktif siswa merupakan suatu keharusan sedangkan peran guru adalah sebagai fasilitator. Siswa bukan secara pasif menuliskan jawaban pertanyaan pada kolom isian atau menjawab soal-soal pada akhir bab sebuah buku, melainkan dituntut terlibat dalam menciptakan sebuah produk yang menunjukkan pemahaman siswa terhadap konsep yang dipelajari atau dalam melakukan sebuah investigasi.
3.   Cooperative Interaction (Interaksi Koperatif). Siswa diminta untuk berkomunikasi, bekerja berpasangan atau dalam kelompok, dan mendiskusikan berbagai gagasan. Dalam hal ini, siswa bukan sedang berkompetisi. Jawaban dari permasalahan yang diajukan guru dapat muncul dalam berbagai bentuk, dan mungkin saja semua jawaban benar.
4.   Performance Evaluation (Evaluasi Kinerja). Dalam menjawab permasalahan, biasanya siswa diminta untuk membuat sebuah produk yang dapat menggambarkan pengetahuannya mengenai permasalahan yang sedang dipecahkan. Bentuk produk ini dapat berupa slide presentasi, grafik, poster, karangan, dan lain-lain. Melalui produk-produk ini guru melakukan evaluasi.
5.   Variety of Resources (Berbagai Sumber). Siswa dapat menggunakan bermacam-macam sumber belajar, misalnya buku teks, website, televisi, video, poster, wawancara dengan ahli, dan lain sebagainya.
           
F.         LANGKAH-LANGKAH METODE IQUIRI (www.scribd.com)
Seperti telah dikemukakan di muka ada berbagai cara dalam berinkuiri. Dalam hal inkuiri dilakukan dengan tanya jawab, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Persiapan:
a) Merumuskan permasalahan sebagai topik
b) Merumuskan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
c) Menjelaskan jalannya kegiatan inquiri
2) Pelaksanaan:
Agar kegiatan mencapai tujuan yang ditentukan, maka  hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a)  Siswa diarahkan kepada pokok permasalahan yang akan dicara jawabannya dan dipecahkan. Untuk itu guru hendaknya menjelaskan pokok permasalahannya dan tujuan yang ingin dicapai.
b) Guru hendaknya memberikan keleluasaan kepada siswa untuk berdiskusi, mengemukakan kemungkinan pilihan jawaban ataupun bertanya. Guru hanya membatasi agar jangan keluar dari pokok pembicaraan.
c)   Guru diharapkan mampu untuk memberikan pertanyaan pancingan, bilamana siswa kurang mampu menganalisa masalah.
d)  Guru mengawasi, membatasi agar kegiatan siswa tidak menyimpang dari nilai-nilai, seperti nilai agama, Pancasila, dan sebagainya.
e)  Guru tidak memberikan jawaban langsung atas masalah yang dihadapi.


G.        KELEBIHAN DAN KELEMAHAN MENGGUNAKAN INQUIRI (www.bloggermajalengka.com).

Kelebihan:
1.   Perkembangan cara berpikir ilmiah, seperti menggali pertanyaan, mencari jawaban, dan mengumpulkan/memproses keterangan dengan inquiry approach dapat dikembangkan seluas-luasnya.
2. Dapat melatih siswa untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan pendidikan demokrasi.

Kelemahan :
1.   Belajar mengajar dengan inquiry approach memerlukan kecerdasan siswa yang tinggi. Bila siswa kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.
2.   Inquiry approach kurang cocok pada siswa yang usianya terlalu muda, misalnya Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, dan 3.

KESIMPULAN DAN PENUTUP
Metode mengajar inquiri mengandung proses mental yang tingkatannya cukup tinggi. Proses mental yang ada pada inquiri diantaranya : merumuskan masalah, membuat hipotesis, mendesain eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dalam pembelajaran inquiri, kegiatan belajar mengajar harus direncanakan agar siswa memperoleh pengalaman, sehingga berkesempatan untuk mengalami proses inquiri. (www.bloggermajalengka.com).
Dalam pembelajaran inquiri, guru jarang menerangkan tetapi banyak mengajukan pertanyaan. Dengan pertanyaan, guru dapat membantu siswa dalam berpikir. Guru dapat mengajukan pertanyaan yang sesuai pada setiap individu siswa, sehingga mampu mengorganisasi pendapat serta dapat meningkatkan pengertian terhadap segala sesuatu yang sedang dibahas. Dan siswa mampu menemukan sendiri konsep/prinsip yang direncanakan guru untuk dimiliki siswa.
Diskusi dalam pembelajaran inquiri, guru mengarahkan kegiatan mental siswa sesuai dengan perencanaan. Siswa lebih banyak terlibat, sehingga tidak hanya mendengarkan ceramah dari guru, melainkan mendapat kesempatan untuk berpikir. Siswa dapat merumuskan jawaban dari masalah yang disajikan dalam diskusi. Karena “dipaksa berpikir.” perkembangan kognitif setiap individu lebih dimungkinkan terlaksana.
Demikianlah dengan apa yang telah kami susun bersama ini, semoga apa yang kami buat ini bermanafaat bagi kita calon guru yang nantinya akan terjun ke dunia pendidikan.

  PEMAKALAH 

DAFTAR KEPUSTAKAAN
Ferdi, PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Part 2) http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-2.html

Metode-Metode Pembelajaran, dalam situs http://www.scribd.com/doc/13065635/Metodemetode-pembelajaran 

Sutrisno, Joko, Metode Pembelajaran Inquiry. Pengaruh Metode Pembelajaran Inquiry dalam Belajar Sains terhadap Motivasi Belajar Siswa dalam situ http://www.slideshare.net/253545/metode-pembelajaran-inquiry

Tidak ada komentar: