Pages

Rabu, 03 Oktober 2012

Pengertian MBS, Mengapa MBS, Mengapa perlu MBS, Tujuan MBS, dan Manfaat MBS



KATA PENGANTAR

            Segala puji bagi Allah Swt yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam. Mengajarkan manusia dari yang tidak diketahuinya menjadi tahu tentang sesuatu hal dengan kalam tersebut. Selawat dan salam ke atas junjungan Nabi besar kita Muhammad Saw yang telah diutus oleh Allah Swt kepada seluruh alam. Semoga selawat dan salam juga tercurahkan ke atas keluarga, sahabat, dan pengikut-pengikut beliau, dan juga pengikut-pengikut beliau SAW, yang ada di akhir zaman.

            Adapun selanjutnya, kami dari kelompok pertama dalam mata kuliah MBS (Manajemen Berbasis Sekolah) ini sebagai dosen pengasuh DRS. AHMAD YUSUF, MA, akan membahas mengenai Pendahuluan MBS, Pengertian MBS, Mengapa MBS, Mengapa perlu MBS, Tujuan MBS, dan Manfaat MBS.

Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih pada dosen pengajar mata kuliah ini, DRS. AHMAD YUSUF, MA yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam penulisan makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat dalam aktivitas kita sehari-hari.


     
PENDAHULUAN

            Sekolah adalah salah satu dari Tripusat pendidikan yang dituntut untuk mampu menjadikan output yang unggul, mengutip pendapat Gorton tentang sekolah ia mengemukakan, bahwa sekolah adalah suatu sistem organisasi, di mana terdapat sejumlah orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan sekolah yang dikenal sebagai tujuan instruksional. (wordpress.com). Suatu sistem organisasi tersebut tidak terlepas dari hal yang berbau administrasi dan manajemen karena kedua hal ini merupakan desain sebuah organisasi khususnya oraganisasi sekolah.

Desain organisasi sekolah di dalamnya terdapat tim administrasi sekolah yang terdiri dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan oranisasi. Dalam sekolah tujuan oraganisasi tersebut berupa upaya peningkatan mutu pendidikan.

Upaya peningkatan mutu pendidikan melalui pendekatan pemberdayaan sekolah dalam mengelola institusinya, telah dilakukan Depdiknas. Baik sebelum otonomi daerah maupun sesudah otonomi daerah. Pada era otonomi daerah muncul program pemberdayaan sekolah melalui Manajemen Berbasis Sekolah (MBS). MBS akan terlaksana apabila didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan, integritas dan kemauan yang tinggi. Salah satu unsur SDM dimaksud adalah guru, guru merupakan faktor kunci keberhasilan peningkatan mutu pendidikan karena sebagai pengelola proses belajar mengajar bagi siswa. (manajemenberbasissekolah-purwantini.blogspot.com)

            Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, MBS merupakan program upaya peningkatan mutu pendidikan dan program pemberdayaan sekolah yang memberikan otonomi kepada sekolah dan menekankan keputusan sekolah bersama/partisipatif dari semua warga sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Dalam makalah ini akan membahas mengenai, Pengertian MBS, Mengapa MBS, Mengapa perlu MBS, Tujuan MBS, dan Manfaat MBS.
PEMBAHASAN
A.        Pengertian MBS
Pengertian manajemen menurut Mulyono, 2008 ialah melakukan suatu pekerjaan melalui orang lain (Management is getting done through other people). Manajemen merupakan penggerak dalam organisasi untuk mencapai tujuan. Proses pencapaian tujuan melalui kegiatan-kegiatan dan berkerja sama dengan orang lain.

Menurut efendy, 1986 yang dikutip oleh Mulyono, 2008, manajemen dapat diartikan pengurusan, pengendalian, memimpin atau membimbing.

Dari penjelesan sekilas mengenai manejemen di atas. Jadi Manejemen Berbasis Sekolah dapat diartikan model manajemen sekolah yang memberikan otonomi kepada sekolah dan mendorong pengambilan keputusan partisipatif yang melibatkan langsung semua warga sekolah dan masyarakat (stake holder) yang dilayani. (Dari buku MPMBS untuk SLTP yang dikutip oleh Bedjo Sujanto, 2007) Dengan tetap selaras dengan kebijakan nasional tentang pendidikan. (Bedjo Sujanto, 2007).

Dalam situs pakarbisnisonline.blogspot, pengertian MBS ialah “Suatu konsep yang menempatkan kekuasaan pengambilan keputusan yang berkaitan dengan pendidikan diletakkan pada tempat yang paling dekat dengan proses belajar mengajar.” (pakarbisnisonline.blogspot.com)

Berangkat dari diundangkannya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, maka di dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan di daerah sudah seharusnya juga merujuk pada peraturan perundangan tersebut, sekalipun tetap mengacu pada UU Nomor 20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional. Sebagaimana telah dikemukakan di atas, manajemen pendidikan yang tersentralisasi, kurang mampu mengembangkan potensi yang ada di lingkungan masyarakat sesuai dengan kebutuhan daerah/local.

Berkaitan dengan pelaksanaan otonomi daerah yang makin besar sebagai amanat UUD 1945 dadn UU No. 32 tahun 2004, merupakan tantangan sekaligus peluang bagi para manajer pendidikan di daerah otonom untuk secara kreatif mengembangkan sekolah. Dengan MBS, maka kepala kreatif mengembangkan sekolah. Dengan MBS, maka kepala sekolah dapat mengatur dan mengurus sekolah sesuai dengan kepentingan masyarakat yang dilayaninya (stakeholder), menurut prakarsa sendiri.

MBS terlahir dengan beberapa nama yang berbeda, yaitu tata kelola berbasis sekolah (school-based governance), manajemen mandiri sekolah (school self-manegement), dan bahkan juga dikenal dengan school site management atau manajemen yang bermarkas di sekolah. Istilah-istilah tersebut memang mempunyai pengertian dengan penekanan yang sedikit berbeda. Namun, nama-nama tersebut memiliki roh yang sama, yakni sekolah diharapkan dapat menjadi lebih otonom dalam pelaksanaan manajemen sekolahnya, khususnya dalam penggunakaan 3M-nya, yakni man, money, dan material. (wordpress.com).

B.        Mengapa MBS (disadur semuanya dari tulisan  Bedjo Sujanto, 2007)
            MBS diharapkan dapat membuat sekolah lebih mandiri, dengan memberdayakan potensi sekolah melalui pemberian kewenangan lebih besar kepada sekolah (otonomi), dan mendorong sekolah untuk memulai ‘mengambil keputusan secara partisipatif’ yang melibatkan dilayaninya (Stakeholder). Pihak sekolah perlu membentuk Komite Sekolah sebagai pengganti BP3/POMG, dengan melibatkan masyarakat yang lebih luas.

Dampak positif penerapan MBS adalah:
  • Meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumberdaya yang tersedia.
  • Meningkatkan kepedulian dan kesadaran warga sekolah dan masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan/sekolah melalui pengambilan keputusan bersama.
  • Meningkatkan tanggungjawab pendidikan kepada orangtua, masyarakat, pemerintah,/sekolah terutama dalam peningkatan mutu.
  • Meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah untuk membangun mutu yang lebih baik.
C.        Mengapa Perlu MBS (disadur semuanya dari tulisan  Bedjo Sujanto, 2007)
            MBS perlu dilaksanakan karena beberapa alasan:
  • Sekolah lebih mengetahui tentang kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi sekolahnya, sehingga dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya yang tersedia untuk memajukan sekolahnya;
  • Sekolah lebih mengetahui tentang kebutuhan lembaganya, khususnya input pendidikan yang akan dikembangkan dan didayagunakan dalam proses pendidikan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kebutuhan peserta didik;
  • Pengambilan keputusan yang dilakukan oleh sekolah lebih cocok untuk memenuhi kebutuhan sekolah karena pihak sekolah yang paling tahu tentang apa yang terbaik bagi sekolahnya;
  • Penggunaan sumber daya pendidikan lebih efisien dan efktif bilamana dikontrol oleh masyarakat setempat;
  • Keterlibatan semua warga sekolah dan masyarakat dalam pengambilan keputusan, dan sekolah menciptakan transparansi dan demokrasi yang sehat;
  • Sekolah dapat bertanggungjawab terhadap peningkatan mutu pendidikan masing-masing sekolah yang disampaikan kepada pemerintah, orangtua, dan masyarakat, sehingga sekolah akan berusaha keras untuk untuk mencapai sasaran mutu pendidikan yang telah direncanakan.
  • Sekolah dapat bersaing secara sehat dengan sekolah-sekolah lainnya untuk meningkatkan mutu melalui upaya-upaya inovatif dengan dukungan orangtu, masyarakat, pemda setempat.
  • Sekolah dapat secara cepat merespon aspirasi masyarakat dan lingkungan yang berubah secara cepat.

D.        Tujuan MBS
Tujuan MBS Tujuan utama penerapan MBS pada intinya adalah untuk penyeimbangan struktur kewenangan antara sekolah, pemerintah daerah pelaksanaan proses dan pusat sehingga manajemen menjadi lebih efisien. Kewenangan terhadap pembelajaran di serahkan kepada unit yang paling dekat dengan pelaksanaan proses pembelajaran itu sendiri yaitu sekolah. Disamping itu untuk memberdayakan sekolah agar sekolah dapat melayani masyarakat secara maksimal sesuai dengan keinginan masyarakat tersebut. Tujuan penerapan MBS adalah untuk memandirikan atau memberdayakan sekolah melalui kewenangan (otonomi) kepada sekolah dan mendorong sekolah untuk melakukan pengambilan keputusan secara partisipatif.
Lebih rincinya MBS bertujuan untuk:
1.      meningkatkan mutu pendidikan melalui kemandirian dan inisiatif sekolah dalam mengelola dan memberdayakan sumber daya yang tersedia;
2.      meningkatkan kepedulian warga sekolah dan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan melalui pengambilan keputusan bersama;
3.      meningkatkan tanggung jawab sekolah kepada orangtua, masyarakat, dan pemerintah tentang mutu sekolahnya; dan
4.      meningkatkan kompetisi yang sehat antar sekolah tentang mutu pendidikan yang akan dicapai. (pakarbisnisonline.blogspot.com)

E.        Manfaat MBS
            MBS memberikan beberapa manfaat diantaranya dengan kondisi setempat, sekolah dapat meningkatkan kesejahteraan guru sehingga dapat lebih berkonsentrasi pada tugasnya; keleluasaan dalam mengelola sumberdaya dan dalam menyertakan masyarakat untuk berpartisipasi, mendorong profesionalisme kepala sekolah, dalam peranannya sebagai manajer maupun pemimpin sekolah; guru didorong untuk berinovasi; rasa tanggap sekolah terhadap kebutuhan setempat meningkat dan menjamin layanan pendidikan sesuai dengan tuntutan masyarakat sekolah dan peserta didik. (makalahdanskripsi.blogspot.com)


KESIMPULAN DAN PENUTUP

            Dari paparan yang panjang lebar di atas, dapat disimpulkan bahwa MBS adalah model manajemen sekolah yang memberikan otonomi kepada sekolah dan menekankan keputusan sekolah bersama/partisipatif dari semua warga sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan berdasarkan kebijakan pendidikan nasional. Serta  memberikan kemungkinan sekolah memiliki kewenangan yang besar mengelola sekolahnya agar lebih berdaya kreatif sehingga dapat mengembangkan program-program yang lebih cocok dengan kebutuhan dan potensi sekolah.

            Dan MBS akan efektif apabila pelaksanaanya didukung oleh sumber daya manusia (SDM) yang memilki kemauan, integritas yang tinggi, baik di jajaran sekolah, Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, dan Dinas Pendidikan Provinsi maupun pusat.

            Demikian makalah kami dari kelomok pertama ini, mudah-mudahan apa yang kami tulis ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya kita calon-calon guru yang nantinya akan terjun ke dunia pendidikan.


     

PEMAKALAH

DAFTAR KEPUSTAKAAN

http://makalahdanskripsi.blogspot.com/2009/03/manajemen-berbasis-sekolah.html

http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2009/12/pengertian-dan-tujuan-manajemen.html

http://manajemenberbasissekolah-purwantini.blogspot.com/2007/07/manajemen-berbasis-sekolah.html

http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2009/05/15/manajemen-berbasis-sekolah-mbs/

Mulyono Manajemen Organisasi dan Oraganisasi Pendidikan, Jogjakarta: Ar-Ruz Media, 2008

Sujanto, Bedjo Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah Model Pengelolaan Sekolah Di era Otonomi Daerah, Jakarta: CV. Sagung Seto, 2007




Tidak ada komentar: